Kalam perutusan Presiden AMIR sempena Ramadhan 1436H – Aspiring Malaysian Rijal

Kalam perutusan Presiden AMIR sempena Ramadhan 1436H

poster Alhamdulillah tsumma alhamdulillah… Subhanallah, maka nikmat mana lagikah yang ingin kita dustakan?Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian ‘alam yang menyampaikan kita sekali lagi ke bulan Ramadhan.

 “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan ke atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan ke atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.”[al-Baqarah, 3:183]

Maka inilah kalamullah yang kita ulangkali mentadabbur maknanya, lebih-lebih lagi saat sinar Ramadhan menjelma. Rugilah kita seandainya, ibadah puasa yang diwajibkan ini hanya menjadi ritual fizikal semata-mata. Sedangkan makna atau intipati ibadah puasa ini agar ia menumbuhkan ketaqwaan di jiwa.Ramadhan adalah madrasah untuk mentarbiyyah (mendidik) diri kita menjadi hamba-Nya yang bertaqwa.

Ramadhan adalah bulan yang mulia, di mana al-Quran diturunkan sebagai panduan hidup manusia. Ramadhan diwajibkan ke atas kita, sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang yang telah hidup sebelum kita. Maka, wajarlah kita menyingkapi peristiwa sirah yang cukup hebat berlaku pada bulan Ramadhan seperti turunnya Jibril AS menyampaikan risalah kerasulan kepada Muhammad SAW, Perang Badar, Perang Khandaq/Ahzab, Perang Tabuk, Fathu Mekah, Tariq bin Ziyad menewaskan Raja Roddrick di Andalus, pembebasan al-Quds oleh Salahuddin al-Ayyubi, serta umat Islam mengalahkan tentera Tartar di Ain Jalut. Maka, di manakah posisi dan kondisi kita dalam bulan Ramadhan? Peristiwa-peristiwa yang menggugah jiwa ini seharusnya memberikan kita inspirasi untuk mempertingkatkan diri; meninggalkan maksiat dan memperbanyakkan amal soleh.

Selain itu, usah dilupakan saudara-saudara kita yang berada di seluruh dunia yang masih berada dalam kezaliman dan penindasan, seperti di Palestin dan Syria. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua, walaupun apa yang berlaku pada hari ini seolah-olah tidak menunjukkan sinar. Yakinlah saudaraku, ia hanya gerhana, bukan terbenamnya matahari. Sesungguhnya janji Allah itu benar. “Siapa berpuasa Ramadhan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan siapa solat pada Lailatul Qadar imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Akhir kalam, buat semua saudara Islam yang saya sayangi kerana Allah,marilah kita menadah tangan, berdoa dan saling mendoakan;semoga Allah s.w.t menjadikan kita hamba-Nya yang rabbaniyyah, bukan hamba-Nya yang ramadhaniyyah.Mudah-mudahan Allah mengampunkan dosa-dosa kita semua!

Saudaramu,

Ahmad Muzaffar

Presiden Aspiring Malaysian Rijal (AMIR)sesi 2014/2015

Leave a Reply